Sejarah
Perjalanan SIT Qudwah Sungai Rengit dari Rumah Baca Al-Ghazi hingga menjadi lembaga pendidikan Islam terpadu.
Berawal dari ruang baca, tumbuh menjadi sekolah
Perjalanan Qudwah dimulai pada 14 Januari 2016 melalui Rumah Baca Al-Ghazi — kegiatan literasi dan sosial bagi anak-anak di Sungai Rengit. Semangatnya sederhana: menghadirkan ruang belajar yang dekat dengan anak dan keluarga.
Dari kegiatan itu, para pendiri bersama warga dan relawan membangun lembaga pendidikan yang memadukan penguatan iman, pembentukan akhlak, serta pengembangan ilmu dan keterampilan.
- PAUD-KB Qudwah mulai beroperasi pada Juli 2017 dari teras rumah.
- Wakaf tanah dari Muhammad Helmi dan Mahdalena menjadi modal gedung pertama.
- SDIT Qudwah didirikan pada 2022 dan memperoleh izin operasional pada 7 November 2023.
Tonggak penting perjalanan Qudwah
Disusun berdasarkan catatan sejarah resmi sekolah.
Berdirinya Rumah Baca Al-Ghazi
Dimulainya kegiatan sosial dan literasi bagi anak-anak Sungai Rengit.
Launching dan program belajar pertama
Kegiatan belajar pertama dijalankan bersama warga dan relawan.
SK Kemenkumham Yayasan Keluarga Kita Sungai Rengit
Yayasan resmi berbadan hukum sebagai landasan kegiatan pendidikan.
PAUD-KB Qudwah mulai beroperasi
Kegiatan belajar dimulai di teras rumah dan bangunan emperan seluas 36 m².
Penghargaan Gernas Baku
Apresiasi atas gerakan nasional orang tua membacakan buku bagi anak.
Pembelajaran daring
Sekolah beradaptasi dengan pembelajaran daring dan fokus pada pengelolaan yayasan.
Tanah 600 m² dari Muhammad Helmi dan Mahdalena
Wakaf ini menjadi modal awal berdirinya gedung sekolah.
Gedung permanen pertama
Kegiatan belajar mulai menggunakan gedung permanen pertama.
Pendirian SDIT Qudwah
Perluasan wakaf menjadi 7.089 m². Dua belas siswa angkatan pertama belajar di bekas kantor PAUD seluas 18 m².
Dua rombongan belajar
Kegiatan belajar sementara dilaksanakan di Masjid Nurul Huda Talang Mainan.
SK Kemenkumham Yayasan SIT Qudwah Sungai Rengit
Penguatan legalitas yayasan penyelenggara pendidikan.
Izin operasional SDIT diterbitkan
SDIT Qudwah resmi memiliki izin operasional.
Perjalanan belum selesai
Dari 18 siswa di ruang baca hingga dua rombongan belajar SDIT dengan gedung permanen, setiap tahap perjalanan ini ditopang doa, wakaf, dan kerja bersama warga Sungai Rengit. Catatan terbaru akan diperbarui seiring berjalannya kegiatan sekolah.
Tentang Kami lainnya
Lanjutkan menjelajah bagian lain dari profil sekolah.